Archive for April 2010
To Do List [April - June 2010]
Saya orangnya pelupa, sungguh. Oleh karena itu saya akan mendaftarkan hal-hal yang akan saya pelajari sekaligus kerjakan periode bulan April-Juni 2010 ini, semoga saya bisa melakukan semuanya.
1. Belajar setting jaringan warnet, target Mei minggu ke-3 warnet sudah bisa berjalan. Berhubung sang pemilik modal sudah menginvestasikan dana nya.
2. Belajar DotNetNuke, tujuannya adalah membuat website bclothing. Saya sebenarnya sudah membuat menggunakan Joomla! tapi nampaknya saya jatuh cinta dengan dotnetnuke.
3. Belajar bahasa inggris dengan menyelesaikan exercises yang ada di Ego4u. bahasa inggris saya sangat-amat-buruk.
Mungkin 3 hal ini dulu yang akan saya kerjakan, semoga target untuk 3 hal ini tercapai semua.
Warung Internet (Warnet) – 3
Bagi anda yang ketinggalan postingan sebelumnya, supaya alur kita sama, silahkan baca dulu bagian mukadimah, warnet – 1, dan warnet – 2.
Pada artikel warnet – 1 saya sudah mengupas tentang kebutuhan utama dalam membangun warnet, baik secara hardware maupun software. Namun selain kebutuhan-kebutuhan tersebut, ada beberapa hal yang perlu di cermati juga. Hasil pencarian saya di Google dan hasil dari tanya-tanya kepada teman saya yang lain , saya menemukan beberapa hal :
0. Pastikan lokasi warnet anda terjangkau oleh ISP (Internet Service Provider).
Tidak mungkin kan ada buka warnet, tapi tidak ada ISP yang menjangkau lokasi anda? Oleh karena itu hal yang mendasar yang perlu anda cari tahu adalah apakah ada ISP apa saja yang menjangkau lokasi anda dan apabila lebih dari 1, bagaimana performa masing-masing ISP? kemudian anda pilih saja salah satu.
1. Pastikan lokasi warnet strategis.
Tidak mungkin kan ada buka warnet, dimana lokasinya sulit di jangkau dan tidak potensial, (misal ekstreemnya di tengah hutan, memangnya yang bakal sewa Monyet (baca :saya))
2. Pastikan tegangan listrik sudah mencukupi.
Jangan sampai saja ketika pelanggan sedang asik-asiknya fesbuk-an, twitter-an, dll listriknya mati karena tegangan nya kuat (kecuali kalau ternyata kena pemadaman listrik bergilir sih). Bagaimana cara nya kita tau, kalo tegangan listrik kita kuat atau tidak? Maaf, saya juga tidak tahu, kalau mau tepatnya lebih baik tanyakan pada PLN. Oh ya jangan lupa juga sediakan Stabilizer central, jaga-jaga apabila listrik ditempat anda tidak stabil dan juga UPS untuk komputer operator, sehingga apabila mati listrik, setidaknya billing nya masih hidup.
3. Pastikan denah ruangan & peletakan Mebel
Kenapa? Kita perlu tahu bagaimana bentuk ruangan untuk warnet tersebut, serta peletakan mebel2nya, seperti kursi, meja, listrik, dll. Ini penting agar kita dapat mengatur perkabelannya, sehingga kabel yang digunakan, baik kabel listrik atau kabel LAN tidak sia-sia.
4. Pastikan terdapat orang terpercaya untuk setting jaringan
Apabila anda seperti saya yang baru pertama kali setting jaringan untuk warnet, pastikan anda juga punya cadangan orang yang dapat setting jaringan, sehingga jika anda gagal setelah mencoba dengan sekuat tenaga, pantang menyerah, hingga berdarah-darah, alangkah lebih bijaksana anda outsource dari luar.
Tips : coba anda ke toko2 komputer biasanya ada teknisi yang handal, nah anda rekrut teknisi itu diam-diam (biasanyanya biaya nya lebih murah dibandingkan anda minta bantuan langsung ke toko tersebut
)
5. Pastikan komputer yang anda rakit / pesan sudah bisa beroperasi
Apabila anda bukan perakit komputer handal, lebih baik anda beli komputer yang sudah dirakit saja, selain lebih praktis tentunya mengurangi resiko salah pasang. Apabila anda memesan dari toko komputer lebih baik anda memesan dari toko komputer lokal. Kenapa? Alasannya sederhana menghemat biaya dan waktu, apabila terjadi hal2 yang tidak diinginkan.
6. Pastikan anda tahu apa yang sedang anda kerjakan
Apabila anda seperti saya yang baru pertama kali setting jaringan untuk warnet, pastikan anda tahu apa yang sedang anda kerjakan. Baik dari segi teknis maupun non teknis. Bagaimana caranya? banyak-banyak lah bertanya kepada orang yang berpengalaman atau setidaknya pernah terlibat dalam project warnet, walaupun hanya sebagai penggembira. Selain itu banyak-banyak lah cari-cari di internet dan bertanya pada Mbah Google, baca-baca blog orang yang sudah pernah bikin warnet, ikuti forum-forum yang membahas tentang warnet, dll
7. Pastikan anda punya partner yang handal dan bisa di andalkan
Karena saya orang kantoran di jakarte-punye-cerite, tidak mungkin saya terlibat dalam project ini setiap harinya, karena warnet ini akan dibuka di daerah Sumedang, sedangkan si empunya dana tinggal di Bandung. Saya mempunyai partner, dimana partner saya yang mengurus hubungan ke klien dan cari-cari harga barang, sedangkan saya mengurus konsep jaringan dan proposal. Sedangkan urusan denah saya percayakan pada teman saya orang arsitek. Ya, pastikan anda mempunyai partner yang handal dan bisa diandalkan.
Sementara ini dulu yang bisa saya bagikan, semoga bisa membantu dan memberi inspirasi.
Warung Internet (Warnet) – 2
Kali ini saya akan membahas tentang topologi jaringan warnet.
Ya, saya pernah belajar tentang topologi jaringan waktu ambil CCNA 1 saat kuliah (sebagai pengingat saja, saya dapat C untuk matakuliah itu), yaitu :
Topologi jaringan yang digunakan untuk warnet adalah : Topologi Star. Gak percaya ? ya sudah, coba aja pake jenis yang laen. Kalo saya sih pake Topologi Star, kenapa? baca aja disini, kepanjangan kalo ngejelasin, kalo kurang puas bisa liat juga disini.
Intinya sih ya, kalo misalkan ada komputer yang bermasalah atau jaringannya putus, maka komputer yang laen tetap bisa Online, kecuali kalo switch/hub nya yang rusak atau dari ISP nya yang bermasalah, tentu saja semuanya ga bisa online.
Rangkaian jaringannya, menurut teman saya yang punya pengalaman bikin warnet dan juga dari web guntingbatukertas, mereka mengusulkan seperti demikian :
[INTERNET]——[MODEM ADSL]——[ROUTER MIKROTIK]——[SWITCH]———[CLIENT]
Menurut saya sih masuk akal juga.
Bagaimana menurut anda? apakah ada usulan lain?
nb : buat anda yang ketinggalan dengan postingan sebelumnya bisa dilihat disini.
Warung Internet (Warnet) – Part 1
Beberapa hari penjelajahan saya dengan Om Google dan juga hasil tanya jawab (kaya ujian sekolah aja ye ^^) dengan 2 teman saya yang punya pengalaman bikin warnet, saya menemukan bahwa syarat mutlak apabila ingin buka warnet pada sisi hardware, adalah :
1. Koneksi internet sudah sampai pada lokasi warnet (jelas kalo yang ini mah!)
2. Komputer Klien, maksudnya adalah komputer yang dipakai untuk ‘menjual’ internet
3. Komputer operator untuk mengatur penggunaan internet, untuk billing nya.
4. Modem, Switch/Hub
5. Komputer Mikrotik
Bagian 1-4 bagi saya sudah cukup familiar dan masuk akal sebagai syarat untuk membuat warnet, namun saya sangat asing dengan bagian 5. Komputer mikrotik atau sering disebut sebagai komputer router, saya baru saat ini dengar dan masih blank apa kegunaannya.
Akhirnya saya bertanya pada Om Google dan sampailah saya pada website Mikrotik Internasional namun ada juga versi Mikrotik Indonesia. Tapi saya mulai memahami fungsi dan kegunaan mikrotik melalui forum mikrotik, setelah membaca dari atas ke bawah, ya saya pikir saya mengerti apa kegunaan komputer mikrotik.
Komputer mikrotik sebenarnya adalah Komputer yang diberi sistem operasi mikrotik. Ini adalah penjelasan yang saya ambil dari Mikrotik Indonesia:
MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot. sumber : www.mikrotik.co.id
Yap, intinya sih setelah saya baca2, bisa dibilang komputer mikrotik digunakan sebagai manajemen bandwith.
Pada situs Mikrotik Indonesia dijual router yang sudah terdapat sistem operasi Mikrotik. Namun komputer biasa (tidak perlu spek tinggi,cukup pentium I atau II) diinstal dengan sistem operasi Mikrotik dapat berfungsi sama. Selanjutnya terserah anda, mana yang ingin dipilih.
Demikian syarat dalam sisi hardware, selanjutnya pada sisi software, adalah :
1. Operating Systems : anda bisa menggunakan Open Source, Windows (baik Windows berbayar atau pun Windows ‘Open Source‘)
2. Software Browsing : Mozilla, Chrome, IE, Opera, Flock, dll
3. Software Chatting : YM!, MSN, Google Talk, Skype, MIRC, dll
4. Document Writer : Microsoft Office (berbayar), Open Office (gratis), dll
5. Software Billing : Billing Explorer (berbayar), JBilling (gratis)
6. Lain-lain : Acrobat Reader, ACD See, Winamp, Winrar, DeepFreeze
Software-software tersebut bisa didapatkan dengan ‘berbagai cara’ baik cara yang benar maupun yang ‘tidak benar,’ itu kembali kepada anda masing-masing saja, mau menjalankan usaha dengan cara benar atau cara yang ‘kurang benar’.Terserah.
Sementara itu dulu yang berhasil saya kumpulkan saat ini. Selanjutnya saya akan ‘jalan-jalan’ lagi dan mencari hal-hal lain yang perlu dipelajari demi project warnet ini.
Warung Internet (Warnet) – Mukadimah
Warnet pasti bukan kata yang asing bukan?Yap, warnet adalah tempat dimana ‘internet’ di jual.
Cukup basa-basinya.
Intinya : Saya akan membangun sebuah warnet dalam waktu 1-2 bulan ini, TAPI saya tidak tahu secara teknisnya bagaimana membangun internet. Apa saja hardware nya, bagaimana setting jaringannya, dimana beli barang2nya, dll
Yap, saya lulusan Teknik Informatika, namun selama saya kuliah saya mengambil konsentrasi di bidang Rekayasa Perangkat Lunak atau bahasa kerennya Software Engineering, karena itu saya lebih paham bagaimana membuat sebuah program daripada bagaimana membuat sebuah jaringan. sebagai catatan, waktu kuliah saya cuman ambil CCNA 1 dan itu juga dapat nila C. Itu dia sebabnya saya perlu belajar lagi tentang jaringan, khususnya jaringan untuk warnet.
Sebenarnya yang mau bikin warnet itu bukan saya, tapi ada orang bermodal yang mau investasikan uangnya untuk bikin warnet. Karena saya suka tantangan, ya saya terima saja, bagaimana caranya itu urusan belakangan, ini prinsip saya, nekat sih tapi demi sesuap nasi maju terus pantang mundur.
Di posting an selanjutnya saya akan menuliskan apa yang sedang saya pelajari demi project warnet ini.
Oh ya dalam project ini saya berdua dengan teman saya, teman saya ambil jurusan Manajemen, tidak ada hubungan sama sekali dengan Komputer, namun dia punya bakat dalam berdagang, dimana saya tidak mempunyai bakat itu, jadi kami saling mendukung demi suksesnya project ini.


